Jelang Kontra Venezuela, Messi: Kami Harus Bermain Lebih Baik

Jelang Kontra Venezuela, Messi: Kami Harus Bermain Lebih Baik

RIO DE JANEIRO – Selintas bisa banyak yang memandang bila Argentina serta Brasil cukup mujur sebab tidak harus berjumpa di babak perempat final. Tetapi, nantikan, kata mujur itu ada bila perbandingannya ialah head to head serta rangking dari musuh ke-2 team.

Argentina contohnya. Di perempat final mereka cuma berjumpa Venezuela sebagai runner up Group A di Estadio Jornalista Mario Filho atau Maracana, malam nanti. Venezuela tempati rangking 33 FIFA, sedang Argentina jauh di atas dengan tempati tempat 11 menurut otoritas sepak bola paling tinggi dunia itu.

Sedang dari 25 pertemuan antara ke-2, Argentina cuma menelan dua kekalahan serta dua peluang seimbang. Bekasnya, 22 laga yang lain jadi punya dari pasukan Lionel Scaloni! Berarti, bila lihat head to head, kesempatan Venezuela selamat semi final cuma ada di rata-rata 1,5%.

Ini bila memandangnya dari bagian pertemuan keseluruhannya, atau dari bagian rangking. Akan tetapi, membaca kemampuan pasukan Rafael Dudamel jelas dapat menyebabkan blunder. Paling tidak, Argentina harus lihat jika semenjak 2007, Venezuela cuma sekali tidak berhasil selamat dari babak group. Berarti, ada empat peluang mereka di perempat final serta satu salah satunya sukses ke semi final.

Fakta lain, Venezeu menunjukkan trend positif selama 2019. Di babak Group A Copa America, Thomas Rincon dkk belum tersentuh kekalahan; satu menang, dua seimbang. Diluar itu, dalam delapan laga paling akhir di 2019, team berjuluk La Vinotinto cuma alami dua kekalahan. Bekasnya, tiga menang, serta 4x seimbang. Dua dari tiga kemenangan Venezuela dibukukan atas Amerika Serikat serta Argentina.

Benar, Argentina yang diatasi Scaloni yang tidak diperkokoh Messi, menyerah 1-3 di Stadion Wanda Metropolitano. Venezuela dapat meredam seimbang tuan-rumah Copa America Brasil di pertandingan pembuka. “Kami harus bermain lebih baik menantang Venezuela.Ini ialah team dengan inspirasi serangan yang benar-benar jelas, dengan pemain yang cepat sekali,” kata Lionel Messi diambil situs sah.

Baca Juga : Lolos ke Babak Gugur, The Pharaohs Ingin Tebus Kegagalan 2017

Di Copa America Messi mendapatkan peranan spesial dari Scaloni. Tempatkan Sergio Aguero jadi striker murni dengan dibantu Lautaro Martinez, Messi dikasih ruangan bebas oleh Scaloni. Pemain Argentina itu bekerja jadi distributor serta bergerak sesuka ia ingin. “Tiap team di dunia akan rasakan ketakutan saat lihat Messi-Aguero-Lautaro Martinez. Dari mulai mereka kita harus mengendalikan kesetimbangan,” papar Scaloni.

Beban Brasil pag ini tidak kalah susah. Walau cuma kalah 2x dari 38 laga kandang menantang Paraguay di semua persaingan, tidak bermakna pasukan Tite bisa berleha-leha. Realitasnya, dalam dua pertemuan paling akhir di Copa America, Paraguay malah sukses memulangkan Brasil melalui beradu penalti.

Pada Copa America 2015, Brasil menyerah sesudah kalah 3-4 di beradu penalti. Beradu tos tosan ini dikerjakan sebab ke-2 team cuma bermain seri 1-1 sampai waktu memperpanjang waktu. Paraguay selanjutnya maju ke semi final serta berjumpa Argentina. Empat tahun sebelum itu, Paraguay sukses memaksa hasil seimbang 2-2 di babak group.

Sebelum selanjutnya, malah singkirkan Brasil di baak perempat final lewat beradu penalti 2-0. Waktu itu, Paraguay hadir jadi rangking tiga paling baik. Sama juga dengan status yang mereka sandang saat ini. Dua catatan paling akhir itu yang membuat Dani Alves dkk harus siaga pada pasukan Eduardo Berizzo bila tidak mau kembali menerima kekalahan di set perempat final.

“Saya tidak pernah merasakan tenang dalam beradu penalti, saya tidak pernah beralih pemikiran mengenai itu. Hukuman tidak adil, mereka mempersonalisasi keberhasilan atau kegagalan serta itu tidak adil. Saya tidak paham bagaimana, tapi mereka harus temukan langkah lain,” kata Tite di Gremio Ajang di Porto Alegre, dimana laga perempat final akan berjalan.

Brasil tidak diperkokoh Casimero serta Fernandinho sebab fakta berlainan. Walau sebenarnya, kedua-duanya diperlukan untuk menahan agresivitas serta style permainan fisik dari Paraguay. Tite menyebutkan, susunan 4-4-1-1 dengan satu gelandang tambahan jadi penghubung penyerang seperti Miguel Almiron serta Federico Santander. “Mereka benar-benar agresif, mereka cetak banyak gol hingga kami harus kerja keras agar bisa menantang mereka.”