Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Reaksi FIFA tentang Piala Dunia 2022 di Qatar

Reaksi FIFA tentang Piala Dunia 2022 di Qatar

Agen bola online _ DOHA – Qatar dilaporkan tengah dilanda krisis diplomatik dengan Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab setelah keempat negara tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Hal yang memantik emosi keempat negara tersebut lantaran Qatar diduga mendukung terorisme dan ikut campur urusan internal negara lain.

Lalu bagaimana dengan nasib Piala Dunia 2022 yang rencananya bakal digelar di Qatar?
Baca juga : Cristiano, Ballon d ‘Or, Teriakan Ribuan Penggemar Madrid
Menanggapi pemutusan diplomatik tersebut Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) dalam pernyataan resminya tetap mempertahankan komunikasi dengan Qatar. FIFA mengklaim masih menjalin kontak teratur dengan pelaksana lokal Qatar di Piala Dunia 2022 di Qatar.

“Kami tidak memiliki komentar lebih lanjut untuk saat ini,” demikian pernyataan resmi FIFA melalui surat elektronik seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/6/2017).

Panitia penyelenggara Piala Dunia Qatar menolak berkomentar mengenai situasi yang melibatkan negara teluk. Sikap yang sama juga ditunjukkan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yang menyelenggarakan pertandingan internasional di kawasan tersebut.

Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengatakan akan membahas masalah ini dengan pemerintah Jerman. Presiden DFB, Reinhard Grindel, dalam pernyataannya menyatakan bahwa harus ada langkah-langkah yang tepat daripada pemboikotan.

“Kami akan membahas situasi politik baru yang kompleks di wilayah ini dan khususnya di Qatar dengan pemerintah federal. Dalam hal seperti itu tentu saja kami akan berhubungan sangat dekat dengan (UEFA). Masih ada lima tahun sebelum Piala Dunia dimulai. Selama masa ini, prioritas harus diberikan pada solusi politik daripada ancaman pemboikotan. Tapi satu hal yang jelas Asosiasi sepak bola di seluruh dunia harus setuju bahwa turnamen besar tidak boleh dimainkan di negara-negara yang secara aktif mendukung teror,” kata Grindel, yang juga anggota dewan UEFA.