Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Zidane: Pesta Dulu, Juventus Kemudian

Zidane: Pesta Dulu, Juventus Kemudian

Agen bola online _ MADRID – Zinedine Zidane tak ingin merusak pesta kemenangan Real Madrid. Pelatih berkepala plontos itu enggan memikirkan Juventus di final Liga Champions, dan akan menemui fans yang akan berkumpul di Cibeles, Madrid, untuk merayakan kemenangan La Liga 2016/2017.
Baca juga : Rekor Unik Ronaldo, Serba Dua Trofi di Real Madrid
Madrid meraih gelar La Liga yang ke-33 seusai mengalahkan Malaga 2-0 pada laga pamungkas di Estadio La Rosaleda, Minggu (21/5/2017). Dua gol dikemas Cristiano Ronaldo pada menit kedua dan Karim Benzema (55). Madrid meraih 93 poin, unggul tiga angka atas Barcelona di peringkat kedua.

Madrid akan melakoni final Liga Champions 2016/2017 versus Juventus di Millennium Stadium, Cardiff, 3 Juni 2017. Namun, Zidane tak ingin memikirkan itu. “Saya tidak akan memikirkan Cardiff. Saya ingin menikmati apa yang telah kami capai. Saat musim kompetisi dimulai, Anda tahu bahwa LaLiga adalah mata pencaharian. Saya benar-benar bahagia,” kata Zidane seperti dilansir laman resmi klub.

Ziane mengungkap kunci sukses Madrid menjuarai La Liga 2016/2017. Baginya, kekompakan dan kesatuan tim yang dibangun sepanjang musim membuat Los Blancos menjadi tim tangguh. Zidane terlihat puas dengan pencapaian di La Liga. Sebab, selain ini menjadi trofi pertama baginya sebagai pelatih, trofi ini menyudahi puasa gelar sejak 2011/2012.

“Sebagai pelatih Real Madrid, Anda paham seperti apa tingkat ekspektasinya. Saya senang kami bisa menuntaskannya. Kini, kami akan kembali ke Madrid dan ke Cibeles untuk menemui para penggemar,” imbuhnya.

“Saya persembahkan gelar ini untuk semua Madridistas dan mereka yang berada di belakang tim. Secara pribadi, ini untuk keluarga dan saudara laki-laki saya, yang tertua, meskipun dia tidak akan mengerti apa yang saya katakan dalam bahasa Spanyol.”

“Saya menderita setiap tiga hari, setiap pertandingan. Ada banyak tekanan. Kami hidup untuk ini dan saya bergairah atas apa yang saya lakukan. Setelah sembilan bulan kami telah memenangkan liga dan setelah empat tahun. Sulit untuk mengungkapkan ini dalam kata-kata.”