Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Tottenham Vs Leicester, Jamie Vardy dan Beban Ballon d`Or

Tottenham Vs Leicester, Jamie Vardy dan Beban Ballon d`Or

Tottenham Vs Leicester, Jamie Vardy dan Beban Ballon d`Or

Kumpulan Agen Taruhan Judi Online Terpercaya – Jakarta – Saat nama Jamie Vardy, 29 tahun, diumumkan sebagai salah satu nomine Balon d’Or, sontak orang-orang Inggris berkomentar miring kepadanya. Masuknya striker Leicester City dalam nominasi Balon d’Or, menurut mereka, aneh. Sebab, si raja gol musim lalu, Harry Kane, malah tak ada dalam daftar.  “Memalukan,” ucap seseorang di Twitter.

Orang Inggris memang aneh. Semestinya mereka memberikan dukungan kepada Vardy, satu-satunya pemain Inggris yang masuk nominasi tersebut. Vardy muncul mewakili Inggris setelah terakhir Wayne Rooney pada 2012.

Namun ocehan miring di jagat media sosial bisa juga dipahami. Vardy memang bukan lagi jagoan seperti pada musim lalu—yang berhasil mencetak 24 gol dan berhasil membawa Leicester City menjadi juara Liga Primer.

Pada musim ini, Vardy melempem. Tak hanya karena klubnya kini hanya mampu mendekam di posisi ke-12 klasemen sementara, dia juga tak lagi ganas di depan gawang. Tercatat, di Liga Primer, dia baru membuat dua gol. Terakhir, dia mencetak gol ke gawang Liverpool saat timnya kalah 1-4 pada 10 September lalu. Setelah itu, dia loyo.

Vardy sadar betul dengan penurunan performanya. Itu sebabnya, dalam latihan Kamis, 27 Oktober 2016, seperti yang dipantau Daily Mail, dia terlihat berlatih keras untuk mengakhiri kemandulannya. Dia mengasah kecepatan larinya dan melepaskan tendangan ke gawang. Dia berharap bisa mencetak gol di White Hart Lane pada Sabtu malam, 29 Oktober 2016.

Namun, dalam menghadapi Tottenham Hotspur nanti malam, tak hanya Vardy yang punya misi istimewa, pelatih Claudio Ranieri pun ingin timnya mengubah nasib buruknya. Pada musim ini, tim itu tidak meraih kemenangan saat bermain di kandang lawan.

Tentunya tidak mudah. Spurs, meski masih harus kehilangan Harry Kane, bukan lawan gampang. Spurs terbilang sebagai tim yang punya pertahanan paling rapat di Liga Primer. Si Lily Putih yang kini nongkrong di posisi kelima baru kebobolan empat gol. Paling sedikit dibanding tim-tim lain.

“Melawan Tottenham akan sulit,” ujar Shinji Okazaki, penyerang The Foxes. “Seperti Manchester United dan Chelsea, Tottenham adalah tim kuat. Jadi kami harus bermain dengan menunjukkan organisasi yang baik. Pertahanan kami harus kuat, dan kami harus berkonsentrasi penuh dalam 90 menit. Cara itu yang harus kami mainkan melawan klub itu.”

Cara bermain yang ampuh, memang. Meski bonyok di Liga Primer, Leicester malah perkasa di Liga Champions. Sembilan poin tim itu dapatkan dari tiga laga yang dimenangi. Bekal lain adalah kemenangan 3-1 atas Crystal Palace di Stadion King Power akhir pekan lalu.

Modal lain, masuk pekan kesepuluh, Leicester sudah banyak mendapatkan pelajaran. Kata Vardy, pihaknya harus bisa mengadaptasi semua taktik yang ada sesuai dengan lawan yang dihadapinya.

“Kami tahu apa yang terjadi tahun lalu mungkin tidak akan terjadi lagi. Tapi kini kami tahu kami harus beradaptasi dalam setiap pertandingan. Jika diperlukan, ada rencana A, B, dan C,” ujar Vardy.

Tentunya, hanya Ranieri dan anak buahnya yang tahu persis tentang rencana-rencana itu. Rencana rahasia, tentu saja. Yang jelas, hasilnya akan terlihat di White Hart Lane. Termasuk juga mungkin soal gol dari Vardy.