Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Prancis Vs Swiss, Bukti Konsistensi Payet

Prancis Vs Swiss, Bukti Konsistensi Payet

Prancis Vs Swiss, Bukti Konsistensi Payet

Kumpulan Agen Taruhan Judi Online Terpercaya – Jakarta – Hampir satu dekade lalu, Dimitri Payet hanyalah seorang pelayan toko pakaian di Nantes, Prancis. Pekerjaan tersebut dijalaninya selepas berlatih sepak bola di tim FC Nantes.

“Dia harus mengambil pekerjaan sampingan karena bayarannya di Nantes tidak begitu besar,” demikian ditulis harian Mirror, beberapa hari lalu.

Saat itu Payet berusia 18 tahun. Dari FC Nantes, ia kemudian hijrah ke beberapa klub lokal sebelum akhirnya mendarat di West Ham United pada musim panas tahun lalu.

Tak seorang pun menyangka bahwa remaja pelayan toko itu kemudian menjelma menjadi pahlawan Prancis dalam Piala Eropa 2016. Dua gol Payet menjadi penentu dua kemenangan Prancis.

Gol pertamanya yang bersarang ke gawang Romania pada akhir pekan lalu membuat Prancis menang dengan skor 2-1. Adapun gol keduanya, yang dicetak ke gawang Albania, Kamis dinihari lalu, membawa Prancis berjaya dengan skor 2-0.

Secara dramatis, kedua gol pemain berusia 29 tahun ini terjadi pada menit-menit terakhir. Golnya ke gawang Rumania terjadi pada menit ke-89, sedangkan gol ke gawang Albania terjadi pada menit ke-90+6.

Dua gol tersebut membuat Payet, sampai Jumat sore lalu, menempati peringkat teratas dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Eropa 2016 bersama Bogdan Stancu (Romania) dan Gareth Bale (Wales).

Tak hanya itu, Payet juga terpilih sebagai pemain terbaik alias man of the match dalam dua laga yang dilakoni Prancis. “Ini sangat istimewa buat saya,” kata dia. “Namun semua pemain sama pentingnya di tim ini.”

Payet, tak bisa dipungkiri, memang menjadi pemain Prancis yang paling bersinar dalam sepekan pertama Piala Eropa 2016. Pelatih mereka, Didier Deschamps, pun mengakuinya.

“Performa Payet kini semakin konsisten dan ia selalu memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi,” kata Deschamps. “Anda bisa melihatnya saat ia bertarung menghadapi pemain lawan.”

Deschamps optimistis performa Payet akan terjaga sampai turnamen Piala Eropa 2016 berakhir pada Juli mendatang. Sebab, ia benar-benar membutuhkan jasanya.

Prancis sendiri masih harus menjalani satu pertandingan lagi di babak penyisihan Grup A, yakni melawan Swiss di Stade Pierre Mauroy, Lille, Senin dinihari nanti.

Ini bukan laga krusial. Sebab, menang atau kalah, Prancis akan tetap lolos ke babak 16 besar. Sebab, Les Blues—julukan Prancis—telah mengoleksi enam poin.

Mereka unggul lima poin atas Rumania, yang berada di peringkat ketiga klasemen. Dengan hanya tersisa satu pertandingan, mustahil bagi Romania menyusul perolehan poin Prancis.

Baca Juga : Menang Adu Penalti, Kolombia ke Semifinal Copa America

Satu-satunya tim yang bisa menggeser Prancis dari puncak klasemen adalah Swiss, yang kini berada di peringkat kedua dengan koleksi empat poin.

Jika Swiss memenangi duel ini, mereka akan merebut posisi puncak klasemen Grup B, sedangkan Prancis turun ke peringkat kedua. Meski demikian, Prancis akan tetap lolos ke babak 16 besar karena finis di peringkat kedua.

Namun Les Blues tidak akan membiarkan Swiss mencuri poin dari mereka. Sebab, mereka sedang membidik poin sempurna, yakni sembilan poin dari tiga pertandingan.

“Karena target kami bukan hanya lolos ke babak 16 besar Piala Eropa, tapi juga menjadi juara grup,” kata pemain depan Prancis, Antoine Griezmann.

Perkiraan pemain

Prancis 4-2-3-1
GK: Lloris
DF: Sagna, Rami, Koscielny, Evra
MD: Matuidi, Kante
MF: Coman, Payet, Martial
FW: Giroud

Swiss 4-3-3
GK: Sommer
DF: Lichstein, Schar, Djorou, Rodriguez
MD: Xhaka, Behrami
MF: Shaqiri, Dzemall, Mehmedi
FW: Saferovic