Agen Casino Online Agen Judi Poker Agen Casino Sbobet Agen Poker Online Agen Bola Terpercaya Agen Poker Terpercaya Agen Poker Terbaik

Piala Eropa 2016, Polemik Hadirnya Pemain-pemain Imigran

Piala Eropa 2016, Polemik Hadirnya Pemain-pemain Imigran  

Piala Eropa 2016, Polemik Hadirnya Pemain-pemain Imigran

Kumpulan Agen Taruhan Judi Online Terpercaya – Jakarta – Beberapa tim nasional negara-negara Eropa yang berlaga pada Piala Eropa 2016 dihuni pemain-pemain imigran. Kemunculan pemain sepak bola dari kaum imigran tentu saja berkah. Sebab, tak jarang mereka menjadi pilar sebuah tim nasional.

Namun, nyatanya, tak semua orang merasa senang. Roberto Mancini, pelatih Inter Milan, mengecam keputusan Antonio Conte, pelatih tim nasional Italia, yang memanggil beberapa pemain keturunan di luar Italia. Bagi bekas pelatih Manchester City itu, tim nasional Italia hanya untuk pemain Italia.

Di ranah politik lebih riuh. Ketua Partai Alternatif untuk Jerman, Alexander Gauland, yang dikenal dengan pandangannya yang anti-imigran, menyoroti masuknya Jerome Boateng ke Der Panzer—julukan tim Jerman.

Menurut Gauland, pemain yang lahir di Berlin pada 1988 itu—sebelum tembok Berlin runtuh—“tidak seperti tetangga kita” atau orang asing. Jerome Boateng memang memilih bermain untuk Jerman—berbeda dengan adiknya, Kevin-Prince, yang memilih Ghana, negeri asal mereka, sebagai tim yang dibelanya.

Dukungan untuk Jerome Boateng datang dari segala penjuru. Kevin-Prince juga memberikan dukungan dengan mengunggah sebuah foto di Instagram. Pelatih Joachim Loew pun tetap pada keputusannya. Bagi dia, sepak bola tidak pernah mengenal warna kulit para pemainnya. Satu yang jelas adalah mencetak gol dan memenangi pertandingan.

Baca Juga : Abbiati Berharap Milan Pertahankan Brocchi

Serangan apa pun tak membuat mereka—para imigran—menyusut mentalnya. Dengar kata Xherdan Shaqiri, pemain Swiss keturunan Albania. “Saya ingin bermain di Euro dan membuat sejarah bersama Swiss. Saya sudah tak sabar lagi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Bukan hanya Shaqiri. Semua—tak terkecuali kaum imigran—sudah ingin berpesta. Pesta bola.